MATEMATIKA REALISTIK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN KEPERDULIAN SISWA

PEMBELAJARAN MATEMATIKA

     Sebagai ilmu yang abstrak, matematika menjadi sebuah mata pelajarn yang tidak mudah untuk dipahami siswa. Namun, dibalik keabstrakannya, matematika mempunyai peran yang cukup besar dalam kehidupan manusia.Karena pentingnya matematika, maka banyak dikembangkan bagaimana cara belajar matematika yang menyenangkan sehingga matematika menjadi lebih mudah untuk dipelajari. Sebagai upaya untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang mudah dan menyenangkan, para pendidik matematika mengembangkan sebuah pendekatan baru yang dikenal dengan pembelajaran matematika realistik.
     Hans Freudenthal mengatakan bahwa “matematika merupakan suatu bentuk aktivitas manusia”. Freudenthal berpendapat bahwa matematika merupakan suatu bentuk kegiatan dalam mengkonstruksi konsep matematika. Dalam hal ini, Freudenthal menganggap matematika bukanlah sebagai suatu produk jadi, tetapi matematika haruslah dipelajari dengan membangun konsep matematika dalam pengetahuan siswa. Berdasarkan prinsip konstruktivis, agar matematika mudah dipahami, hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara menjadikan matematika realistis dan menarik. Berdasarkan beberapa faktor tersebut, muncullah gagasan tentang pembelajaran matematika realistik. 
     Pendidikan matematika realistik (Realistic Mathematics Educations)merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran matematika di Belanda. Penggunaan kata “realistik” sebenarnya berasal dari bahasa Belanda “zich realuseren”yang berarti untuk dibayangkan. Menurut Van de Heuvel-Paunzen, penggunaan kata “realistik” tidak hanya sekedar menunjukkan adanya suatu koneksi dengan dunia nyat (real-world) tetapi lebih mengacu pada pendidikan matematika realistik dalam menempatkan penekanan penggunaan suatu situasi yang bisa dibayangkan (imaginable)oleh siswa. 
    Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) tidak dapat dipisahkan dari institude Freudenthal. Institut ini didirikan pada tahun 1971, berada di bawah Utrecht University Belanda. Nama institut diambil dari nama pendirinya yaitu Profesor Hans Freudenthal (1905-1990), seorang penulis, pendidik dan matematikawan berkebangsaan Jerman-Belanda. Sejak tahun 1971, Institut ini mengembangkan suatu pendekatan teoritis terhadap pembelajaran matematika yang dikenal dengan RME (Realistic Mathematics Education). RME menggabungkan pandangan tentang apa itu matematika, bagaimana siswa belajar matematika dan bagaimana matematika harus diajarkan. 
    Pendidikan matematika realistik dikembangkan berdasarkan pemikiran Hans Freudenthal yang berpendapat bahwa matematika merupakan aktivitas insani (human activities) yang harus dikaitkan dengan realitas. Berdasarkan pemikiran tersebut, PMRI mempunyai ciri antara lain bahwa dalam proses pembelajaran siswa harus diberikan kesempatan untuk menemukan kembali (to reinvent) matematika melalui bimbingan guru, dan bahwa penemuan kembali (reinvention) ide dan konsep matematika tersebut harus dimulai dari penjelajahan berbagai situasi dan perso alan “dunia riil”.

Komentar